Late Post

RESENSI FILM RUMAH TANPA JENDELA

Jenis Film : Drama Produser : Seto Mulyadi, Aditya Gumay, Adenin Adlan Rating : Semua Umur Pemain ...

RESENSI FILM RUMAH TANPA JENDELA
















Jenis Film : Drama
Produser : Seto Mulyadi, Aditya Gumay, Adenin Adlan
Rating : Semua Umur
Pemain :
Emir Mahira, Dwi Tasya, Raffi Ahmad, Inggrid Widjanarko, Yuni Shara, Aswin Fabanyo, Alicia Djohar, Atie Kanser
Sutradara : Aditya Gumay
Penulis : Aditya Gumay dan Adenin Adlan

Sinopsis
Film Rumah Tanpa Jendela ini di angkat dari novel karangan Asma Nadia. Seorang penulis wanita yang buku-bukunya selalu menjadi best seller. Film ini bercerita tentang realita kehidupan anak-anak yang kurang mampu. Sebut saja, Rara (Dwi Tasya) gadis kecil berusia 8 tahun, yang punya keinginan sangat sederhana, ia ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta. nenek Rara (Inggrid Widjanarko) yang sakit-sakitan dan ayahnya Raga (Rafi Ahmad) yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya. Rara juga punya Bude, Asih (Yuni Shara). Bersama teman-temannya sesama anak pemulung, sebelum ngamen atau ngojek payung jika hari sedang hujan, Rara bersekolah khusus untuk anak jalanan. Bu Alya (Varissa Camelia) satu-satunya pengajar sukarelawan yang membimbing dan membina anak-anak pemulung tersebut.

Suatu hari Rara terpeleset karena didorong temannya dan akhirnya jatuh di dekat mobil keluarga Aldo (Emir Mahira) anak lelaki berusia 11 tahun dan ia merupakan bocah autis yang merupakan anak ketiga dari keluarga Pak Syahri (Aswin Fabanyo) dan Nyonya Ratna (Alicia Djohar), yang tak memiliki banyak teman karena perbedaan yang dimilikinya itu, dan juga karena keluarganya telah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Bersama neneknya, Aisyah (Atie Kanser) dan sopirnya, Tarjo, Aldo pun membawa Rara ke rumah sakit untuk diobati.Sejak itu, Aldo dan Rara pun berteman baik. Aldo dan kakaknya, Adam serta Tarjo membawa buku-buku untuk sekolah singgah Rara yang dikelola oleh seorang mahasiswi berkerudung bernama Alya. Anak-anak sekolah singgah sering bertandang ke rumah Aldo untuk berenang.

Suatu ketika, Aldo dan Nek Aisyah mengajak Rara dan teman-temannya datang ke pesta ulang tahun kakak Aldo, Andini yang ke 17. Nek Aisyah dan Aldo membuat surprise dengan tampil bernyanyi dan menari diacara ulang tahun Andini bersama kakak sulungnya Adam yang memang seorang pemain band. Namun, surprise itu dianggap sangat memalukan dan Andini marah besar kepada Aldo.
Pada saat yang bersamaan dengan ulang tahun Andini, rumah Rara terbakar dan mengakibatkan Nenek Rara mengalami koma dan Ayah Rara meninggal dunia.
Nek Aisyah memutuskan untuk membiayai biaya rumah sakit nenek Rara yang masih koma hingga sembuh dan Rara pun setiap hari menemani neneknya di rumah sakit.
Setelah kemarahan besar Andini kepada Aldo yang dianggapnya telah mengacaukan dan membuatnya malu di depan teman-temannya pada saat ulang tahun ke 17, Aldo merasa terpukul dan beranggapan bahwa tidak ada seorang pun yang menyayanginya. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari rumahnya menemui Rara.
Cerita semakin seru dan mengharu biru ketika Aldo pergi. Semua keluarganya sadar bahwa mereka telah melupakan Aldo, keluarga mereka yang sangat mereka sayangi.

Keunggulan Film :
Film Rumah Tanpa Jendela ini ibarat segelas air yang menyegarkan di tengah-tengah film-film dewasa amoral. Film ini banyak memberikan arti moral mengenai makna persahabatan sesungguhnya dan mengajarkan kita sebaagi penonton untuk membuka jendela hati lebar-lebar agar mencintai sesama yang kekurangan, banyak bersyukur meskipun kehidupan nyaris hancur.

Kekurangan Film :
Sebagai penonton awam saya menyayangkan potret si mbok Rara di HCU. Karena luka bakarnya tidak begitu tersorot. Padahal si mbok benar-benar terkungkung api yang kemungkinan besar sekujur tubuhnya terbakar. Sebenarnya adegan kebakaran itu sudah mirip kebakaran betulan. Bekas-bekas yang ditinggalkan pun seperti bekas kebakaran betulan. Tapi ya itu tadi, luka korban-nya justu kurang kelihatan. Satu lagi penampilan Rara masih kurang mewakili anak-anak jalanan yang rata-rata dekil, rambut kusut. Rara di sini masih berambut panjang lurus hitam terawat dan juga ada beberapa adegan-adegan akhir yang penuh drama yang cukup panjang mungkin tidak akan menarik selera anak-anak. Namun secara keseluruhan, film ini bisa menjadi alternatif tontonan yang cukup menyehatkan bagi seluruh keluarga.

Tidak ada komentar: